Dispen AU Beri Pelatihan Kepada Insan Pers Dalam Tugasnya Di Medan Perang  

pelindungan kepada awak media di medan perang.

SIAGAINDONESIA.COM  Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) memberikan pembekalan kepada rekan-rekan jurnalis sebagai arahan kepada para jurnalis yang harus bertugas di garis tempur depan atau di medan konflik ini. Kegitan ini bertemakan TNI AU-Journalist Gathering 2019 di Markas Wing I Paskhas, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini dibuka langsung Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Fajar Adriyanto, M.Si. (Han) yang di ikuti puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik ini.

Kadispenau mengatakan, acara TNI AU-Journalist Gathering ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan sinergi dan kerja sama antara TNI AU dengan insan pers.

 

“Diharapkan, dari kegiatan ini hubungan antara TNI AU dan insan pers akan semakin erat, kemudian dapat saling bersinergi dan bekerja sama untuk memberitakan hal-hal yang baik, benar dan mengedukasi masyarakat,” kata Kadispenau saat membuka kegiatan tersebut.

Kadispenau menjelaskan, giat ini dilaksanakan hanya satu hari, mulai pagi hingga sore dengan kegiatan-kegiatan berupa ice breaking dari dinas psikologi Angkatan Udara, kemudian ada demo satuan tempur terjun payung dan juga ada acara yang secara kebersamaan antara kita dan kekompakan antar kita, sehingga terjadilah kerja sama. “Di sini juga kita bisa saling mengenal antara Insan pers yang ada di sini yang selama ini mungkin belum saling kenal menjadi lebih akrab disini", jelas mantan Danlanud Mamahua,Biak ini.

Menurutnya, kegiatan ini juga salah satu pogram yang ditekankan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) bahwa TNI AU bersikap humanis terhadap insan pers dan juga masyarakat. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi sinergitas antara Dispenau dan media dalam mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan. Wartawan perang adalah jurnalis yang meliput berita secara langsung dari zona perang. Untuk menjadi jurnalis perang bukan profesi mudah. Banyak tantangan dan ancaman bahkan nyawa menjadi taruhannya.

“Dimana saat perang atau ada konflik, para jurnalis ini dapat mengetahui apa yang harus dilakukan, supaya dia aman dan mendapatkan berita yang baik. Ada teorinya. Kalau kita ajak jurnalis di satu operasi yang ada konflik, maka dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya, sehingga dirinya aman dari serangan-serangan tembak yang mungkin dari lawan maupun pihak kita sendiri,”terang mantan penerbang F-16 Fighting Falcon ini.

Beliau menambahkan bahwa, Kegiatan ini, merupakan salah satu program yang ditekankan oleh Bapak Kepala Staf Angkatan Udara yakni harus bersikap humanis terhadap masyarakat.Selain itu, para jurnalis juga akan dibekali kursus singkat jurnalis tempur, di mana di saat perang ataupun saat ada konflik, jurnalis memahami apa yang harus dilakukan oleh jurnalis, agar jurnalis juga aman dan bisa mendapat berita yang benar, dengan sedikit teori yang diberikan TNI AU.

"Sehingga kelak bila para jurnalis diminta mengikuti operasi ketika ada konflik sudah mengetahui apa yang harus diperbuat dan supaya aman dari serangan -serangan mungkin yang ada dari lawan dari pihak kita sendiri, agar tidak tertembak oleh teman sendiri. Outputnya dalam kegiatan ini supaya antar Jurnalis dengan TNI dapat saling kerja sama", tegas Kadispenau.

Sementara itu Kasubdispenum AU Kolonel Sus M Yuris mengatakan, di negara-negara lain juga punya kursus semacam ini (Teknik Dasar Jurnalis Tempur) pada saat mereka harus melakukan operasi di garis depan dan harus mengikutkan jurnalis satu tim dengan mereka.

Kegiatan ini dikemas secara berbeda, peserta mendapatkan materi mengenai teknik dasar jurnalis tempur, kemudian juga menyaksikan langsung demonstrasi kemampuan terjun dan pertarungan jarak dekat (PJD) prajurit Paskhas dari Wing I Paskhas, Yonko 461, Denhanud 471, Denmatra I, Yonko 467 serta Satbravo 90. Dalam kegiatan tersebut, semua jurnalis diberikan kesempatan untuk mengikuti simulasi jurnalis tempur di medan operasi. Rekan jurnalis peserta kursus singkat ini (teori dan praktek) akan diberikan sertifikat sehingga sudah punya bekal untuk meliput di daerah operasi.wn

 

2 komentar

Leave a Reply